Cara Klaim Kecelakaan ke Jasa Raharja Saat Mudik


Written by Safari Sidakaton

Friday, 02 August 2013

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso, menjelaskan setiap pemudik mendapatkan jaminan asuransi dari Jasa Raharja jika terjadi kecelakaan lalu lintas. Syarat klaim pun cukup mudah, cukup menunjukkan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

“Korban kecelakaan cukup melapor kepada polisi, nanti kami yang akan mendatangi korban untuk proses klaim. Tidak ada ketentuan khusus, cukup gunakan KTP dan KK,” kata Budi Setyarso kepada media.

Menurutnya, klaim dapat cair jika korban melapor kepada polisi. Petugas Jasa Raharja akan mendatangai langsung korban atau ahli waris untuk meminta KTP dan KK korban. Jasa Raharja akan mentransfer langsung biaya penggantian kepada para korban atau ahli waris korban sesuai besaran yang diatur dalam undang-undang.

Budi mengatakan sesuai ketentuan UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang dana pertanggungan wajib kecelakaan penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas jalan, maka besarnya santunan korban meninggal dunia untuk kecelakaan darat dan laut sebesar Rp25 juta per orang, sementara kecelakaan udara sebesar Rp50 juta.

Untuk korban luka-luka dalam kecelakaan darat dan laut, besarnya santunan maksimal sebesar Rp10 juta, sementara kecelakaan udara sebesar Rp25 juta. Sementara itu, santunan korban yang mengalami cacat tetap akibat kecelakaan darat dan laut, sebesar Rp25 juta dan korban cacat tetap akibat kecelakaan udara sebesar Rp50 juta.

Perusahaan pelat merah ini juga menyediakan dana untuk biaya penguburan korban tewas yang tidak memiliki ahli waris sebesar Rp2 juta untuk kecelakaan darat, laut, dan udara. “Kami jamin proses penggantian biaya ini akan berlangsung cepat dan tidak dipungut biaya apapun,” katanya.

Nah, berikut adalah cara memperoleh santunan

CARA MEMPEROLEH SANTUNAN

Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat

Mengisi formulir pengajuan dengan melampirkan :

- Copy Laporan Polisi Lalu Lintas dari Kepolisian dan Keterangan Kecelakaan dari instansi berwenang lainnya.

- Keterangan kesehatan dari dokter / RS yang merawat.

- KTP / Identitas korban / ahli waris korban.

- Formulir pengajuan diberikan Jasa Raharja secara cuma-cuma

BUKTI LAIN YANG DIPERLUKAN

a. Dalam hal korban luka- luka

- Asli Kwitansi biaya perawatan rumah sakit/puskesmas dan pembelian obat di apotik dengan dilengkapi copy resep dokter yang asli dan sah (bukan bidan, mantri, pengobatan tradisional, urut, pijat dan lain sejenisnya).

b. Dalam hal korban meninggal dunia

- Surat kartu keluarga / surat nikah ( bagi yang sudah menikah )

3. KETENTUAN LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN

a. Jenis Santunan

- Santunan berupa penggantian biaya rawatan dan pengobatan (sesuai ketentuan maksimal 10 juta)

- Santunan kematian

- Santunan cacat tetap (sesuai prosentase tingkat cacat yang ditentukan oleh dokter maksimal 25 juta)

b. Ahli Waris

- Janda atau dudanya yang sah.

- Anak-anaknya yang sah.

- Orang tuanya yang sah

c.Tanpa ahli waris (janda/dudanya, anak-anaknya, dan orang tuanya yang sah) maka diberikan santunan berupa biaya penguburan/pengabenan bagi keluarga yang melaksanakan prosesinya.

d. Kadaluarsa Hak santunan menjadi gugur / kadaluwarsa jika :

- Permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah terjadinya kecelakaan.

- Tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hak dimaksud disetujui oleh Jasa Raharja.(Sbh)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s